Rabu, 11 April 2012

Simple reason

 

Semua wanita muslim wajib menutup aurat, tetapi banyak dari kita yang beranggapan hal itu sunah “boleh tidak digunakan” begitu pula dengan saya. Alasan yang paling sering kita dengar adalah “percuma kalau aurat ditutup tetapi kelakuan tidak sesuai”, “tidak mau menggunakan karena terpaksa daripada nanti dilepas lagi” atau “masih mengumpulkan baju dulu”.

Dulu waktu SMA, hati saya belum tergerak sedikit pun untuk mengenakan jilbab. Bahkan saat hari jumat dimana diadakan IMTAQ dan kami menggunakan pakaian muslim, saya mengenakan jilbab tetapi saat sudah selesai kegiatan IMTAQ maka belum masuk ke dalam kelas saya sudah melepas jilbab yang saya kenakan. Ketika mengikuti pesantren kilat di sekolah pun sempat mendapatkan “ejekan” ketika teman yang mengenakan jilbab justru yang tidak mengikuti pesantren kilat. Sampai kuliah semester 2 pun saya masi belum ada niat untuk mengenakan jilbab. Bahkan ibu saya pun tidak setuju bila kami menggunakan jilbab dengan alasan yang mungkin tidak dapat diterima akal sehat,, hehe…

Dan akhirnya ketika saya masuk STPDN tahun 2004, saya melihat banyak teman-teman yang menggunakan jilbab. Tidak sedikit dari mereka ternyata menggunakan jilbab dengan alasan “agar tidak hitam karna sering dijemur”. Ketika memasuki tahun 2005, mendekati akhir tahun pertama disana, saya ingin sekali menggunakan jilbab karena saya merasa sudah seharusnya saya menutup aurat. Saat itu dalam pikiran saya pun, disana saya menggunakan seragam, tentu tidak repot memikirkan masalah pakaian. Saya pun menjahit 2 stel pakaian lengan panjang untuk digunakan apabila saya siap menggunakan jilbab, pakaian dibungkus koran dan saya letakkan di bagian paling bawah lemari. Ketika menggunakan seragam ada aturan untuk menggunakan model jilbab, karena itu saya “beralasan” masih belajar cara memakai jilbab. Alasan lainnya, saya masih muda praja (tingkat 1), masih banyak kegiatan “steling” (hmm,, gimana cara artiin istilah ini ya, kegiatan yang pake hitungan misalnya disuruh kumpul dalam hitungan ke 10 sudah siap semua). Semakin mundur dan semakin mundur keputusan saya menggunakan jilbab.

Hingga akhirnya, pada hari sabtu setelah apel pelepasan pesiar, kami asal kontingen NTB satu angkatan mendapatkan panggilan untuk berkumpul, ternyata ketua kontingen mengajak kami untuk foto kontingen. Dua minggu lagi kami akan melakukan kegiatan PPL (praktek pengenalan lapangan) di Jakarta, dan kakak2 tingkat kami sudah keluar kampus untuk kegiatan PKL di Banten. Saat kembali ke wisma yang sudah sepi, saya berpikiran  ada niat untuk menggunakan jilbab, karena kegiatan steling tidak ada (tidak ada senior), saya bisa belajar menggunakan jilbab saat ppl, dan terakhir alasan yang paling kuat, kami mau foto kontingen, sayang kalau di foto itu saya belum menggunakan jilbab padahal saya akan menggunakan jilbab. Akhirnya dengan bantuan teman yang masih ada di wisma (yang lain sudah pergi pesiar), saya dipasangkan jilbab seragam hingga 2 minggu kedepan. Dan akhirnya saya pun menggunakan jilbab sejak saat itu sampai sekarang.

Saya rasa tidak perlu alasan macam-macam untuk semua wanita muslimah ketika mengenakan jilbab, dan saya rasa tidak perlu ditanya apa alasan untuk mengenakan jilbab, karna menutup aurat itu wajib. Itu saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar